Memahami Bahasa Cinta untuk Anak Agar Tangki Cinta Anak Terpenuhi

Seorang anak sudah tentu harus memahami jika orangtuanya akan selalu mengasihi dan menyayangi juga memahaminya dengan baik. Dengan memahami bahasa cinta dengan anak, ia akan merasa aman dan nyaman untuk bisa berkomunikasi dengan terbuka pada kita sebagai orangtuanya.

Di Indonesia, rata-rata pernikahan adalah pada usia 25 tahun. Saat di usia 26 tahun, melahirkan anak pertamanya dan itu akan menimbulkan setitik masalah yang sudah pasti akan muncul. Terlebih saat ini perkembangan teknologi yang sangat pesat akan sangat berdampak bagi perkembangan nilai budaya juga standar moral yang akan membuat kesenjangan generasi menjadi sangat luas.

Beberapa orang mengatakan gap antar generasi menyempit. Generasi milenial melahirkan generasi Z. Lalu generasi Z akan melahirkan generasi alpha. Gap mereka cukup dekat. Menurut saya sih harapannya bahasa cinta dengan anak akan tersampaikan dengan baik dan bisa dipahami oleh si anak. Meskipun setiap orangtua memiliki caranya sendiri dalam menyampaikan bahasa cintanya dengan anak.

bahasa cinta untuk anak

Bahasa Cinta untuk Anak Penuhi Tangki Cintanya

Mengutip dari laman Kompas.com, menurut seorang konselor dan penulis The 5 Love Language, Gary Chapman menjelaskan; ada lima bahasa cinta untuk anak.  Yaitu sentuhan fisik, hadiah, kata-kata positif, quality time, dan acts of service (memberikan bantuan).

Kami rangkum di sini tentu saja versi Jendelacaca, tentang beberapa macam bahasa kasih sayang yang sudah pasti setiap orangtua miliki, paling tidak satu diantaranya, adalah sebagai berikut:

1. Kata yang menguatkan

Seseorang dengan bahasa cinta ini, cenderung lebih suka dan merasa sangat disayang saat dia sedang dipuji. Mereka cenderung senang jika diberikan motivasi atau dukungan dan semangat yang diucapkan berulang atau berkali-kali. 

Sebaliknya, kata-kata negatif yang diucapkan terhadapnya pun juga dapat sangat melukai hatinya. Iapun akan mengungkapkan rasa kasih sayang mereka dengan cara memujinya.

2. Adanya waktu yang berkualitas

Memiliki waktu untuk bermain dan beraktifitas bersama adalah salah satu ungkapan cinta untuk anak dan orang tua. Keberadaan orangtua disisi anak-anaknya sungguh sangat berarti, terutama saat dia merayakan hari bagia atau moment terpenting dalam hidupnya.

Merayakan kebersamaan dengan bermain bersama, berlibur dan menonton bersama atau bercerita antara satu dengan yang lain, akan membuat perasaan anak kita lebih bahagia. Bahasa cinta ini akan bisa lebih dirasakan dan anak atau orangtua akan lebih bisa menghargai satu dengan yang lainnya.

3. Memberi hadiah

Suatu pemberian akan membuat seseorang yang diberi merasa diperhatikan dan di kasihi, meskipun bukan barang mahal yang berarti adalah perhatian dan rasa peduli yang dicurahkan dalam pemberian tersebut. 

4. Layani dengan baik

Jangan gengsi untuk bisa melayani anak kita dengan baik. Meskipun kita orangtuanya, sudah sewajibnya kita memberikan pelayanan yang terbaik dan berkualitas untuk anak-anak kita. Berikan pelayanan dengan sesekali membantu anak Anda jika dibutuhkan, seperti membantunya menyiapkan keperluan sekolah, membantu menidurkannya dan lain sebagainya.

5. Berikan sentuhan fisik

Sentuhan fisik, secara emosi bisa berbentuk pelukan atau rangkulan. Pelukan Anda sangat dibutuhkan anak terutama ketika dia sedang merasa sedih, merasa sedang tidak baik-baik dan itu akan sangat berarti untuknya. Ketika kita mampu memperhatikan saat anak kita menuai masalah, sudah pasti anak kita akan merasa lebih diperhatikan dan lebih disayangi orangtuanya.

Dengan bahasa cinta yang sudah disebutkan tadi, diharapkan orangtua atau anak bisa mencari bahasa cintanya sendiri-sendiri. Langkah-langkah berikut bisa teman-teman jadikan acuan agar dapat mengenali dan menemukan jenis bahasa cinta mana yang paling utama yang ada pada diri kita dan juga anak-anak.

  • Perhatikan bahasa cinta diri kita terlebih dahulu
  • Perhatikan bagaimana anak kita mengekspresikan cintanya pada kita
  • Perhatikan bagaimana anak kita berekspresi mencintai atau mengasihi orang lain
  • Bagaimana cara anak kita berinteraksi dan bergaul dengan setiap individu yang lain
  • Coba perhatikan apa yang sering sekali diminta oleh anak kita, dengarkan apa yang sering di inginkan anak kita agar kita bisa lebih memahami bahasa cintanya
  • Dengarkan keluhan anak kita. Saat kita perhatikan dan pahami saat dia mengeluh, itu adalah salah-satu yang berhubungan dengan bahasa cinta yang mereka miliki.

Jadi, setelah mengetahui bagaimana bahasa cinta dari masing-masing. Anak dan orangtuanya,coba mulai beradaptasi dengannya. Lakukan hal yang sesuai dengan bahasa cinta kita dan anak kita. Ajak anak untuk berdiskusi dan membahas bahasa cintanya. Dengan begitu, orangtua dan anak akan sama-sama merasa dicintai, kesalahpahaman yang terjadi bisa dihindari dan hubungan orangtua dan anak akan kembali menjadi lebih baik.

Selamat memahami bahasa cinta dengan ya bund, semoga apa yang ditulis di artikel ini bermanfaat. Yuk penuhi tangki cinta anak kita :)