4 Tips Mengatur Pola Makan Sehat Kepada Anak

Beberapa ibu pasti khawatir jika anaknya tidak mau makan. Beberapa tips mengatur pola makan sehat untuk anak di bawah ini mungkin bisa membantu para ibu yaa.

Ketika memasuki usia 6 bulan, yang dibutuhkan oleh anak adalah tambahan gizi dari luar yang biasa disebut dengan Mp-Asi. Di usia ini, Anda bisa memberikan Makanan pendamping asi atau MPASI sesuai dengan takaran juga tahap perkembangan usianya.

tips mengatur pola makan sehat

Dalam memberikan makanan pertama pada anak, sudah tentu akan mempengaruhi pola makan sehat yang akan terbentuk. Itulah perlunya tips mengatur pola makan sehat kepada anak agar Anda dapat membentuk pola makan sehat pada anak sejak dini. Bagaimana caranya? Yuk simak selengkapnya dibawah ini ya

 Tips Mengatur Pola Makan Sehat Kepada Anak 

1. Menu Makanan Yang Beragam

Banyak kita jumpai seorang anak yang tumbuh menjadi seorang picky eater atau suka memilih-milih makanan karena kurangnya variasi makanan yang kita berikan ketika mereka masih usia balita.

Ragam menu makanan yang kita berikan saat masih balita, selain bertujuan untuk membiasakan anak makan beragam jenis tanpa pilih-pilih, variasi menu makanan juga akan membuat si kecil akan bisa menikmati waktu makan, karena bisa mengurangi rasa jenuh akibat pemberian makanan yang sama dan anak juga bisa mendapatkan asupan gizi yang lebih seimbang dan lebih lengkap.

Biarkan si kecil mencoba bermacam-macam rasa dan jenis makanan sejak mereka kecil. Tetapi tetap pastikan jenis makanan yang dicobanya tetap sehat dan terjaga kebersihannya.

Dengan mengenalkan berbagai macam makanan ketika anak kita sudah besar, maka potensi timbulnya reaksi alergi akan lebih besar dibandingkan ketika kita mengenalkannya ketika usia anak kita masih kecil (sekitar usia 7-8 bulan).

Jika Anda memiliki riwayat alergi makanan yang serius, silahkan konsultasikan pada dokter Anda untuk menangani dan mencegah alergi itu terjadi pada anak Anda ya.

2. Makanan Dengan Gizi Seimbang

Sudah jadi kewajiban ketika kita memilihkan makanan untuk anak kita, kita harus memperhatikan nilai dan kandungan gizi pada makanan tersebut. Saat ini, marak terjadi bahwa orangtua lebih membatasi untuk mengkonsumsi karbohidrat dan lemak pada anaknya, mereka justru memperbanyak protein serta serat yang ada pada makanannya. 

Padahal, yang dibutuhkan anak usia balita adalah karbohidrat dan lemak untuk membantu proses tumbuh kembangnya. Sebagai upaya membentuk pola makan sehat untuk si kecil, lebih baik tetap penuhi kebutuhan gizi mereka secara seimbang. 

Pilihkan makanan yang mengandung tinggi zat besi untuk membantu pertumbuhan juga perkembangannya. Mengingat kadar zat besij pada Asi setelah anak berusia 6 bulan sudah sangat tidak mencukupi untuk kebutuhan si kecil.

 
Anda bisa mengkombinasikan menu makanan berikut untuk menjaga pola makan sehat anak tetap terjaga, seperti :

Karbohidrat dari nasi, kentang, jagung, berikan secara bergantian

Protein hewani dari hati ayam, ikan, daging, telur juga protein nabati dari kacang-kacangan

Lemak bisa dari mentega, minyak sayur, santan juga makanan dari sumber omega 3 dan 6

Buah dan sayuran yang berbeda setiap hari

Susu dan produk olahannya seperti yoghurt juga keju.

3. Terapkan Jadwal Makan Yang Teratur

Setelah kebutuhan gizi pada makanannya telah terpenuhi, untuk bisa membentuk pola makan sehat pada si kecil adalah diperlukannya pola jam makan yang teratur. Pastikan Anda memberikan makan pada si kecil di jam yang sama setiap harinya, makan besar dengan porsi tiga kali sehari, misalkan Anda memberi makan pukul 7 pagi, 12 siang, dan 6 sore. 

Kemudian di antara jam tersebut, Anda bisa memberikan cemilan sehat di jam 10 pagi dan jam 3 sore.
Bagaimana cemilan yang sehat untuk si kecil? Sebisanya Anda hindari memberikan dia makanan dari olahan yang mengandung kadar gula yang tinggi. Berikan cemilan sehat seperti buah atau biskuit khusus yang, Anda juga bisa memberikan cemilan dari sumber karbo yang di kukus seperti kentang kukus, wortel kukus atau brokoli kukus.

Dengan memberikan makanan pada si kecil dengan jam dan waktu yang sama setiap hari, si kecil akan terbiasa dan lebih disiplin dalam menentukan jadwal makannya. Perhatikan dalam memberikan jarak antara makan dan susu paling sedikit 2 sampai 2,5 jam setiap harinya. 

Hindari memberikan susu untuk mengganti makan pada jadwal yang telah di tentukan ya, hal ini untuk memaksimalkan nafsu makan si kecil agar tetap terjaga. Jika perlu, berikan selingan air putih juga diantara waktu makannya.

4. Berikan Porsi Makan Yang Tepat

Anak balita memiliki ukuran perut yang lebih kecil dari orang dewasa, maka sangat penting untuk kita bisa lebih mengerti tentang porsi makannya. Mengerti jika posri makan mereka akan lebih sedikit dari kita. Tapi, meskipun porsinya sedikit pastikan Anda memberikan makanan yang lengkap dengan nutrisi yang padat.

Cobalah untuk memberikan metode responsive feeding untuk membantu mereka mengenal rasa lapar dan kenyang. Jika si kecil lapar dan tetap mau makan, silahkan tambahkan porsinya. Sebaliknya, apabila si kecil menolak untuk makan. Hindari memaksanya, Anda bisa membujuknya dengan hal yang positif, jika itu tidak berhasil lebih baik hentikan proses makannya, dan usahakan dalam proses makan agar tidak lebih dari 30 menit.

Sebaiknya batasi pemberian susu untuk mencegah perut si kecil terlalu penuh sehingga mereka tidak tertarik dengan makan. Jika si kecil berusia 2 tahun, baiknya berikan asupan susu per harinya maksimal 2 kali saja ya.


Nah, itulah beberapa tips mengatur pola makan sehat kepada anak yang bisa Anda lakukan sejak anak berusia dini. Pola makan sehat yang telah terbentuk sejak kecil, akan bisa membuat si kecil lebih memperhatikan cara mengkonsumsi makanannya ketika dia beranjak besar nanti.

Bolehkah pemberian makan diserahkan pada asisten? Apalagi pengaturan pola makan yang diserahkan pada asisten virtual

Hmm bagaimana menurut pendapat para ibu nih?


No comments

Post a Comment