4 Keuntungan ASI. Tidak Hanya Untuk Bayi Lho!

 Mungkin diantara kita sudah sadar akan pentingnya ASI. Edukasi soal pentingnya ASI juga bisa kita akses melalui media manapun, dan tentunya sudah banyak tersedia di sana. Hanya saja, kali ini saya ingin menyarikan keuntungan ASI dari sudut pandang ahlinya. Dari sebuah buku karya dokter terkenal itu. Hayoo siapa? Yuk, tuntaskan membaca artikel ini.

keuntungan ASI

ASI : Nutrisi Paling Penting dalam Enam Bulan Pertama

Banyak pertanyaan memenuhi kepala seorang ibu baru yang memasuki "masa transisi". Untuk itu, bekal pemberian nutrisi anak yang tepat harus dimiliki oleh seluruh orangtua, tak terkecuali. Apapun pangkat dan golongannya. Pertumbuhan dan perkembangan optimal seorang anak adalah tujuan yang ingin kita capai bersama kan?

Yuk kita mulai dengan memahami pentingnya pemberian ASI bagi bayi terlebih dahulu, dilanjutkan dengan praktik pemberian makanan pendamping ASI lalu memantau pertumbuhan anak dengan benar.

Perlu diingat bahwa :

  • Ibu yang baru melahirkan akan memproduksi ASI yang cukup bagi bayinya untuk dapat tumbuh. Hal itu juga dipengaruhi oleh tidak diberikannya minuman atau makanan selain ASI.
  • Produksi ASI mengikuti prinsip demand and supply. Yakni semakin sering bayi menetek ke payudara ibu, maka makin banyak produksi ASI yang dihasilkan. Apabila bayi diberikan susu formula atau cairan lainnya, maka suplai ASI akan menurun. Seorang Ibu harus membekali dirinya sebaik mungkin dengan ilmu terkait ASI.

Apa Saja Keuntungan ASI?

Keuntungan ASI ini tidak hanya bagi bayi lho, tapi juga untuk ibunya.

1. Manfaat Imunologis

Keuntungan ASI dalam hal daya tahan tubuh ini bisa dirasakan oleh bayi. Karena ASI adalah substansi "hidup" dan kandungannya senantiasa berubah menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. 

Selain berisi nutrisi, ASI juga mengandung antibodi yang mampu memerangi berbagai infeksi yang masuk ke tubuh bayi. Sejak masih berupa kolostrum (ASI yang dihasilkan saat jam-jam awal pasca persalinan). Kolostrum lebih kaya protein, rendah gula dan lemak.

Bayi yang diberi ASI mendapatkan kekebalan yang lebih baik saat menghadapi penyakit "langganan" seperti selesma/common cold (batuk-pilek), dan gangguan pencernaan.

 Penelitian menunjukkan pemberian ASI selama enam bulan mengurangi angka diare sampai setengahnya, dan infeksi saluran pernapasan sampai sepertiganya.

2. Manfaat Nutrisi

Pemberian ASI terbukti sesuai dengan laju pertumbuhan dan memenuhi kebutuhan nutrisi bayi cukup bulan. 

ASI mengandung cukup karbohidrat, lemak, protein, dan mikronutrien yang dibutuhkan bayi dalam enam bulan pertama pertumbuhannya.

Jumlah nutrisi tersebut senantiasa berubah mengikuti usia anak. Namun, ada beberapa mikronutrien yang tidak tercukupi, misalnya zat besi yang disarankan suplementasinya ketika bayi cukup bulan memasuki umur 4 bulan.

Dibandingkan dengan susu formula, ASI mengurangi risiko bayi menjadi anak yang obes (kelebihan berat badan) pada kemudian hari.

3. Manfaat Emosional

Bayi yang disusui langsung ibunya mendapatkan rasa aman, dan meningkatkan kedekatan emosional Ibu dengan anaknya. 

Bayi yang mendapatkan susu formula juga bisa mendapatkan kedekatan efektif dengan orangtuanya, misalnya dengan kontak mata saat memberikan susu formula.

4. Keuntungan ASI bagi Ibu

Ibu menyusui terbukti lebih rendah berisiko mengalami kanker payudara, kanker ovarium (indung telur), diabetes, dan osteoporosis.

Berbagai bukti ilmiah menyarankan ASI sebagai satu-satunya makanan yang diperlukan agar bayi mendapat pertumbuhan dan perkembangan optimal. Menyusui dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit dan kebutuhan nutrisi bagi bayi.

Menyusui juga dapat mengurangi risiko terjadinya kanker payudara, kanker indung telur (ovarium), diabetes, juga osteoporosis. Tak hanya itu, menyusui juga akan memberikan keintiman/ikatan yang kuat antara bayi dan ibu.

ASI merupakan cairan hidup yang komposisinya akan berubah seiring pertumbuhan dan perkembangan bayi. Kandungan nutrisi ASI pun amat mudah dicerna sehingga dapat diserap secara optimal dan tidak memberikan beban berlebih pada ginjal bayi. Menyusui juga dapat mengurangi risiko terjadinya obesitas sepanjang kehidupan seorang anak.

Produksi ASI akan sangat berkaitan dengan permintaan sang bayi terhadap ASI. Semakin sering bayi mengisap payudara, semakin banyak ASI yang akan diproduksi. Hal itu membuat tambahan cairan atau formula selain ASI akan memengaruhi produksi ASI.

Mengapa sih ada Ibu yang dikatakan gagal memberikan ASI eksklusif? Apa si Ibu kurang jalan-jalan dan butuh hiburan? Simak penjelasan soal masalah Meng-ASI-hi di artikel berikutnya ya.

Referensi : Makan Tepat, Tumbuh Sehat oleh dr. Arifianto, Sp.A

No comments

Post a Comment