Membaca Buku Sejak Dini Itu Menyenangkan

4 komentar

Kenalkan Pada Anak, Asyiknya Membaca Buku

Sejak hamil, saya sudah berikrar untuk mengajak janin membaca sejak dini. Entah apa buku pertama yang kami baca berdua saat itu. Namun, setiap akan membaca, saya selalu memberitahunya, seperti “dek, hari ini kita baca bukunya Tasaro ya, judulnya Muhammad”.

Ketika itu, saya tidak tahu akan jadi seperti apa calon bayi kami. Namun, mengajaknya membaca adalah kegiatan sehari-hari selama hamil. Ah, dan selalu membaca dengan suara yang lantang ya.

Jadi, supaya janin itu mendengar apa yang saya baca dengan jelas berikut intonasinya. Sejak saat itu pula, kami (saya dan suami), sudah bersepakat untuk memberi dia lebih banyak buku bacaan daripada mainan.

Ini hal penting bagi kami, sebab kami punya mimpi untuk keluarga tercinta ini. Buku pertama yang kami beli untuk dia adalah buku bantal seri huruf hijaiyah, sekaligus mainan pertamanya.

Sekarang, usianya sudah 2 tahun dan bukunya lebih dari 80 buah. Tujuan kami bukan menumpuk buku, namun memberikannya edukasi dan pengalaman membaca yang menyenangkan.

Perihal mainan, kami memang membelinya, tapi hanya beberapa buah saja. Selebihnya adalah pemberian dari saudara dan kebetulan dia tidak terlalu tertarik dengan mainan “utuh”.

Kembali soal membiasakan membaca sejak dini. Sejak dia belum bisa berbicara, kami sudah membacakannya buku-buku. Baik itu buku anak-anak atau buku orang tuanya.

Sekarang, kami merasakan sedikit buah dari usaha kami selama ini. Ini hanya sebatas pengalaman kami, mungkin teman-teman mother story punya pengalaman yang jauh mengagumkan.

membaca sejak dini


Cara Membacakan Buku Untuk Anak

Memilih Buku

Rasanya memang ingin membeli semua buku yang dilihat, ya. Terlebih, banyak teman yang memang menjual buku-buku menarik dengan value yang luar biasa.

Namun kembali lagi pada tujuan kami. Di usia ini, kami ingin dia belajar agama terlebih dahulu. Maka, buku-buku yang bukan tema tersebut, otomatis tidak kami beli.

Memilih buku ini, juga saya seleksi dari ketertarikan anak. Misalkan, anak kami kebetulan penyuka binatang dan dongeng. Maka kami carikan dia buku-buku dengan bahasan hewan yang menarik.

Ketika mulai mengajak membaca buku sejak dini, maka kita juga harus selektif pada jenis buku. Jika anak masih pada fase “menyobek”, maka fasilitasi dengan boardbook.

Sediakan juga buku “rekreasi”, yakni buku yang boleh disobek dan buku yang hanya kita bacakan (misal karena bahan mudah sobek dan sedikit mahal).

Bersedia Meluangkan Waktu

Ketika ingin mengenal kebiasaan membaca buku sejak dini, tentu tidak bisa hanya sambil lalu. Kita sebagai orang tua, juga sangat perlu meluangkan waktu untuk hadir dalam proses ini.

Ketika anak kami sudah bisa minta dibacakan buku apa, maka kami harus siap menemaninya membaca dan meninggalkan sejenak urusan lainnya.

Membaca Di Hadapannya

They see they do. Mereka melakukan apa yang mereka lihat, ketika kita tidak terbiasa atau bahkan tidak memberi contoh, bagaimana anak-anak akan terbiasa?

Biasanya, kami membaca buku yang berbeda dan duduk berhadapan. Dari kegiatan semacam ini, dia juga paham bagaimana sikap tubuh ketika membaca, loh!

Perhatikan Intonasi Suara

Membaca bersama anak, tidak bisa disamakan ketika membacakan untuk orang dewasa. Anak-anak perlu proyeksi suara untuk membangun pemahamannya.

Ketika membacakan buku-buku cerita, kami akan selalu menggunakan suara yang berbeda dan intonasi menyesuaikan kalimat di buku. Sangat menyenangkan.

Silakan Baca Selain Buku

Salah satu cara lain yang juga saya lakukan adalah membaca banyak benda selain buku. Menu makanan di restoran, daftar belanjaan, tulisan-tulisan di baliho hingga papan neon box pun saya baca untuk dia.

Ini salah satu yang saya biasakan sejak dia berusia 2 bulan sepertinya, sampai sekarang.


Manfaat Membaca Buku Sejak Dini

Meningkatkan Kemampuan Verbal dan Linguistik

Mungkin ini salah satu hal yang banyak diketahui, ketika anak terbiasa membaca buku sejak dini, ya.

Dari pengalaman kami selama dua tahun ini, kegiatan membaca buku ini memang memegang peran penting dalam perkembangan bahasa dan komunikasinya.

Memaksimalkan Perkembangan Otak

Tentu kita tahu, jika otak anak berkembang pesat sampai usia lima tahun. Pada masa ini, anak sangat butuh rangsangan untuk perkembangan sinaps otaknya.

Ketika membaca buku, anak juga melihat gambar, membayangkan, merekamnya hingga mengucapkan. Benar, membaca adalah sebuah kegiatan yang kompleks.

Mempererat Bonding Orang Tua dan Anak

Meluangkan waktu bersama anak tanpa distraksi gawai, akan sangat mempererat ikatan kita dengan mereka.

Mereka akan nyaman membaca bersama kita, mendiskusikan isi buku hingga memilih buku bacaan bersama adalah kegiatan yang sangat menyenangkan dan menghangatkan.


Mengasah Imajinasi Anak

Sama halnya dengan kita, anak-anak yang terbiasa membaca sejak kecil juga akan memiliki imajinasi yang baik.

Daya khayal ini sangat penting untuk anak-anak, sebab dalam memahami konsep aritmatika, anak-anak juga “membayangkan”.


Menambah Kosakata Anak

Ini tentu tidak bisa dipungkiri, ya, dan kami juga sangat merasakannya. Untuk anak seusianya, dia cukup banyak memiliki perbendaharaan kata.

Bahkan, sebagian adalah kosakata yang cukup asing pada anak seusianya. Saya terbiasa menyebutkan benda sesuai dengan nama aslinya.

Jadi misalkan dia sedang membaca kisah tentang kematian, maka akan saya jelaskan bagaimana jenazah itu. Atau ketika membaca kisah Nabi Ibrahim, maka saya jelaskan dimana Allah berada.


Melatih Konsentrasi

Ketika kita membaca buku bersama, anak akan fokus pada isi dan bacaan kita. Untuk anak yang belum bisa membaca, kebanyakan akan fokus pada gambarnya dan tugas kitalah memahamkan narasi pada mereka.

Beberapa waktu lalu, saya pernah membaca sebuah hasil penelitian (disampaikan dalam sebuah webinar), kurang lebih isinya adalah anak-anak yang terbiasa membaca sejak kecil akan lebih cepat bisa membaca di usia sekolah.

Hal ini dikarenakan anak-anak sudah menyimpan data kosakata sebelum memahami maknanya. Misalkan, anak-anak yang terbiasa membaca buku, dia akan tahu itu kata “meja” tanpa harus mengejanya, sebab dia merekam suara, gambar dan kalimat.



Kalau ditanya, apakah puluhan buku tersebut di baca semua? Sebagian besar iya, sekitar 90% bukunya sudah pernah dibaca semua dan berulang.

Ah, satu tips yang ketinggalan. Letakkan buku di tempat yang anak mudah menjangkau dan melihatnya. Saya meletakkan buku-buku di kedua kamar di rumah kami. Di ruang utama tentu ada rak buku dengan banyak buku yang mudah diaksesnya.

Lalu, di travel bag, saya juga meletakkan buku. Jadi, ya, setiap kita pergi selalu membawa buku (bukan mainan).

Manfaat membaca buku sejak dini, mungkin akan semakin terasa efeknya ketika anak-anak sudah semakin besar, ya, bu. Namun, kita tidak harus menunggu mereka bisa membaca untuk mengajaknya membaca.

Yuk kita kenalkan anak-anak dengan budaya membaca sejak mereka masih kecil. Supaya ketika dewasa nanti, mereka menjadi generasi yang melek informasi.

Semangat mengajak anak membaca buku sejak dini ya, bu, pak. Insya Allah rasa lelah membacakan bermacam-macam buku setiap harinya, akan berbuah manis suatu saat nanti.
Nimas Achsani
Parenting, pernikahan, finansial dan gaya hidup

Related Posts

4 komentar

  1. Setujuu.
    Membaca buku itu asyik. Apalagi kalau anak2 sudah dibiasain membaca sejak dini yakin deh aku aktifitasnya bersama gadget lebih sedikit.

    BalasHapus
  2. Membacakan buku untuk anak-anak, selain membuat mereka senang juga menjadi waktu yang cocok untuk bonding bersama mereka

    BalasHapus
  3. Setuju banget dengan cara memperkenalkan bacaan kepada anak sejak dini ini akan membuat si anak nantinya mempunyai hoby membaca. dan dengan begitu si anak akan terus belajar untuk mencari tahu

    BalasHapus
  4. couldn't more agreee, mbak. Mengenalkan bacaan sejak dini dengan membacakan buku bagi si kecil emang ampuh.

    BalasHapus

Posting Komentar