Tips Menyapih Anak Tanpa Trauma

Posting Komentar





Menyapih anak memang cukup tricky ya buibu. Karena anak harus dipisahkan dengan kenyamanannya selama dua tahun. Pada masa ini, orang tua dan anak sama-sama dihadapkan pada suatu yang baru.

Cara menyapih anak satu dengan yang lainnya, bisa jadi tidak sama. Hal ini juga karena ada banyak faktor yang mempengaruhinya. Inilah yang kemudian, membuat orang tua tetap menyusui anaknya sampai lebih dari dua tahun.

Menyapih anak, sejatinya adalah proses kemandirian anak. Salah satu tujuan penyapihan adalah untuk memberinya kesempatan dan pengalaman makan yang lebih menyenangkan dan asupan gizi jauh lebih baik.

Di usia dua tahun, ASI tidak lagi menutup semua bahkan sebagian besar kebutuhan nutrisi anal. Pada rentang usia ini, anak sudah harus mengkonsumsi makanan layaknya makanan orang dewasa umumnya, tentu saja dengan porsinya sendiri.

Menyapih tidak selalu mudah. Itulah kenapa banyak dokter yang tidak menyarankan penyapihan mendadak. Butuh waktu untuk bisa menyapih anak secara tuntas.

tips menyapih anak tanpa trauma

Kapan waktu terbaik untuk menyapih anak?

Terkait waktu menyapih anak, tidak ada literatur yang memberikan patokan khusus. Namun biasanya, dilakukan pada rentang usia dua hingga tahun. Jika teman-teman mother story seorang muslim, maka dikatakan dalam Alquran untuk menyusui anak sampai usia 30 bulan.

Sebelum menyapih anak, ibu-ibu terlebih dahulu harus memperhatikan tanda kesiapan anak.

Tanda Anak Siap Disapih

Intensitas Menyusu Berkurang

Semakin bertambah usia anak, biasanya intensitas mereka menyusu akan semakin berkurang. Karena anak-anak akan semakin sibuk dengan dunia eksplorasinya.

Durasi Menyusu Lebih Singkat

Jika ibu-ibu perhatikan, selain intensitas menyusu yang berkurang, ketika mereka bertambah umur maka durasi menyusu juga lebih singkat.

Bisa dikatakan, lambat laun mereka hanya menyusu untuk mendapatkan kenyamanan saja.

Tidak Tergoda Untuk Menyusu

Apakah anak-anak menolak ketika kita tawarkan untuk menyusu? Atau tidak tergoda ketika melihat bayi lain menyusu? Jika iya, ibu-bu bisa mempertimbangkan untuk mulai menyapih si kecil.

Sering Memainkan Payudara Ibu

Salah satu tanda yang juga bisa amati adalah adalah kerap kali memainkan payudara ibu. Ya, dia hanya memainkannya saja.

Tanda-tanda di atas, juga tidak serta merta datang pada anak-anak. Ada fasenya sendiri, di sinilah peran kita untuk aware dengan sinyal alami ini.



Weaning With Love : Menyapih Anak Tanpa Trauma

Apakah teman-teman mother story pernah melihat seorang ibu yang memasang plester, lipstick, minyak telon pada payudaranya? Ya, cara ini masih dilakukan untuk menyapih anak-anak.

Apakah ibu tahu, jika cara demikian tidak dibenarkan? Menurut para ahli, hal ini justru berdampak terhadap keadaan psikologis anak, loh!

Beberapa anak akan merasa bersalah, ketika melihat ibunya kesakitan, betul? Padahal mereka tidak melukai payudara kita, kan?

Apakah anak justru menjauh ketika ibu-ibu menggunakan metode ini? Bisa jadi karena mereka merasa bersalah, trauma dan ketakutan.

Cara Menyapih Anak Penuh Kesadaran

Lakukan Perlahan

Tidak ada yang instan, termasuk menyapih anak. Tidak masalah jika kita butuh waktu sebulan untuk berhasil menyapih anak. Ibu juga tidak perlu menetapkan tenggat waktu, ya.

Silakan nikmati proses emosional ini dengan penuh cinta. Bahkan cara ini, juga bisa mengurangi kemungkinan payudara bengkak.

Tidak Perlu Menolaknya

Ketika anak tidak meminta menyusu, ibu tidak perlu menawarkannya. Namun, ketika anak memintanya, cobalah untuk mengalihkan perhatiannya.

Ibu bisa mengalihkannya dengan permainan yang seru, membaca buku atau menggambar. Namun jika tidak berhasil, tidak ada salahnya menyusuinya sesaat.

Aturan Ulang Jadwal Menyusu

Kebiasaan menyusu selama dua tahun, tentu akan sangat membekas pada alam bawah sadar anak kita. Ketika kita memutuskan memulai menyapih, kita juga harus bersedia mengatur kebiasaan menyusunya.

Misalnya, kita hanya menyusuinya ketika menjelang tidur saja. Pada jam biasa anak menyusu, ibu bisa memberikannya makanan ringan atau minuman sebagai penggantinya.

Mengubah Kebiasaan Makan

Beberapa anak terbiasa menyusu ketika bangun tidur. Untuk hal ini, ibu-ibu menyediakan makananan lebih cepat dari biasanya.

Jadi, ketika anak bangun dan minta menyusu, ibu bisa menawarkannya makanan. Hal ini juga bisa membuatkan tetap kenyang, meskipun tidak menyusu.

Pada sebagian anak, justru akan semakin lahap dan porsi makan bertambah ketika melewatkan jadwal menyusu. Inilah yang kita harapkan, jadi jika anak masih terlihat kelaparan setelah makan utama, tidak ada salahnya memberinya kudapan, kok.

Tawarkan Kenyamanan Lainnya

Kebiasaan menyusu sebelum tidur, sepertinya terjadi hampir di semua belahan bumi ini. Namun, ibu bisa, kok, menawarkan kenyamanan yang lain untuk mengantarkannya tidur.

Kenyamanan lain yang bisa ibu berikan, seperti : mengusap punggung, bercerita, membaca buku, menyanyi, mengaji atau bahkan bermain.

Jangan Lupakan Sounding

Sounding ini juga memegang peranan penting dalam proses penyapihan. Lakukanlah secara kontinyu. Ini mirip dengan hipnoterapi.

Ibu bisa mengafirmasi anak dengan kalimat-kalimat positif, suara yang tenang dan di waktu yang tepat. Waktu yang tepat ini, biasanya adalah menjelang si kecil tidur, di mana dia berada keadaan setengah sadar.

Btw, beberapa ibu melakukan ini (sounding) sejak berbulan-bulan sebelum mulai menyapih, loh.

Tambah Kesabaran

Percayalah bu, jika anak-anak ini tahu jika kita akan menyapihnya dan itu berarti dia berpisah dengan kenyamanannya selama dua tahun. Sebagian besar anak akan semakin rewel ketika proses ini, tidak ada solusi lain kecuali semakin sabar.




Seperti yang sebelumnya kita bahas, bahwa prose menyapih anak akan berbeda satu dengan yang lainnya. Menggali informasi dan pengalaman dari sesama ibu adalah hal positif.

Namun, kita tidak perlu terlalu berkiblat pada hal itu. Apa yang terjadi pada anak lain, tidak selalu terjadi pada anak kita. Kita hanya perlu tetap ada dan terus mencoba.

Menyapih anak tidak sesederhana menghentikan kebiasaannya menyusu. Namun kita juga mengajarkan, bahwa dia akan tetap mendapatkan kasih sayang kita (khususnya ibu) sekalipun tidak menyusu.

Itulah mengapa, kita tidak perlu berbohong ketika menyapih anak. Sebab yang kita harapkan adalah anak mengerti bahwa menyapihnya juga bentuk kasih sayang orangtua pada mereka.

Semangat menyapih anak ya bu, jangan ragu untuk mengajak suami berpartisipasi dalam proses ini ya. Peluk (dari sesama ibu) :)
Nimas Achsani
Parenting, pernikahan, finansial dan gaya hidup

Related Posts

Posting Komentar