Cara Mengenalkan Seks Sejak Dini

Mengenalkan seks sejak dini kepada anak-anak, menjadi salah satu tugas besar bagi para orangtua. Karena jika kita melihat perkembangan teknologi yang luar biasa pesat, maka anak-anak mempunyai kesempatan yang sangat besar untuk mendapatkan informasi apapun dan dari manapun.

Terlebih, kasus dengan kejahatan seksual pada anak pun semakin marak. Mulai dari yang paling sering dijumpai, hingga kasus aneh-aneh yang mungkin saja terjadi pada anak-anak kita. 

Hal ini tentu saja sangat meresahkan bagi orang tua, selain tentu saja hal tersebut adalah kewajiban bagi kita untuk menjaga dan melindungi buah hati. Belum lagi jika kita melihat dari beberapa kasus yang tertangkap oleh media, sebagian pelakunya berada pada lingkungan keluarga dekat.

mengenalkan seks sejak dini

Salah satu tindakan preventif yang bisa kita lakukan adalah mengenalkan seks sejak dini. Lanjutkan baca ya, kita bahas tentang tips-tips yang terkait. 

Tips Mengenalkan Seks Sejak Dini

Berikut yang bisa kita lakukan untuk memberikan pengenalan seks pada anak sejak dini :

1. Kenalkan Anggota Tubuh Dengan Baik

Salah satu hal yang banyak dikatakan oleh para ahli adalah dengan mengenalkan penyebutan anggota tubuh, khususnya alat kelamin dengan benar dan perbedaan antara perempuan dan laki-laki.

Penyebutan alat kelamin (penis dan vagina) yang benar, diharapkan dapat memudahkan anak untuk meminta bantuan jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Setelahnya, kita juga bisa menyampaikan padanya, anggota tubuh mana saja yang boleh dan tidak boleh disentuh maupun dilihat oleh orang lain, serta fungsi-fungi yang menyertai.

Meskipun untuk saat ini saya belum menerapkan hal ini, namun cara mengenalkan anggota tubuh ini sudah seharusnya dicoba ya. 

2. Ajarkan Rasa Malu

Ketika anak sudah paham dengan anggota tubuhnya, ajarkan juga tentang rasa malu. Ajarkan juga bahwa seorang manusia sudah seharusnya memiliki rasa malu. 

Hal-hal yang bisa kita ajarkan seperti batas pergaulan antara perempuan dan laki-laki, anggota tubuh mana saja yang tidak boleh dilihat di tempat umum atau untuk menjaga pakaiannya supaya tetap tertutup dengan rapi.

3. Batasi Screen Time

Saat ini, banyak kita jumpai anak-anak yang sudah diberikan gawai oleh orang tua secara pribadi. Tanpa kita sadari, banyak pula konten maupun gim, yang di dalamnya mengandung unsur kejahatan seksual ataupun pornografi. Tentu saja anak-anak banyak yang tidak menyadarinya, hingga pada akhirnya mereka mencoba apa yang dilihatnya.

Saya sendiri pernah melihat iklan bertebaran melalui handphone, iklan tentang gim yang melibatkan laki-laki dan wanita. Keduanya sudah bisa ditebak ya akan seperti apa. Menjalin hubungan, lalu salah satunya selingkuh dan memperlihatkan gambar-gambar yang tidak seharusnya dilihat oleh anak kecil.

Mungkin kita bisa membatasi iklannya, tapi kita tidak akan pernah tahu apa yang sedang diakses anak di balik layar gawainya kan? Karena tidak mungkin kita terus-terusan memantaunya ketika menonton Youtube dari gawai misalnya. Hal yang bisa kita lakukan adalah dengan membatasi screen time-nya. Sehingga kita juga bisa ikut dalam aktivitasnya ketika bersama smart phone.

4. Bangun Kepercayaan

Menyediakan waktu untuk berbincang bersama anak, dipercaya dapat meningkatkan ikatan emosional dan kepercayaan antara anak dan orang tua. Jadilah teman bicaranya yang baik, yang tidak menghakimi ketika dia bercerita. Berikan kenyamanan bagi mereka, untuk menceritakan apapun tanpa menutupi sesuatu.

Anak yang terbiasa demikian, biasanya akan tetap terbuka hingga mereka dewasa dan tentu saja ketika tengah mengalami sesuatu.

5. Bicarakan Seks Dalam Keluarga

Pendidikan seksual sejak dini, tentu saja dimulai dari rumah. Membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan sex education pada mereka dalam keadaan santai, akan menyingkirkan stigma tabu dalam diri mereka.

Sebab saat ini, pendidikan seksual bukan lagi sesuatu yang tabu sebab mudahnya mengakses informasi. Itulah peran kita, menjadi penyaring bagi anak kita terhadap mudahnya mendapatkan info apapun.

Orang tua juga tentu dituntut selalu memperbarui ilmu tentang pendidikan seksual ini, hal yang bisa kita lakukan untuk diri kita sebagai orang tua antara lain dengan mengikuti kelas-kelas pengasuhan atau bergabung dengan komunitas-komunitas yang menjadi wadah berkumpulnya para orangtua.

Pendidikan Seksual Sejak Dini

Pendidikan seksual sejak dini pada anak, sejatinya telah bisa kita mulai sejak mereka berumur 0 bulan. Yakni dengan tidak memandikannya di tempat umum, menutup anggota tubuhnya dengan proporsional atau juga dengan mengenalkannya pada lingkungan yang positif.

Sekali lagi, pendidikan seksual ini merupakan hal yang penting dan segeral mulai perbincanga ini bersama anak-anak di rumah. Tentu saja pendidikan seksual pada anak harus diterapkan sesuai tahap perkembangannya ya. Kita bisa mulai mencari tahunya dari jurnal pendidikan seksual pada anak usia dini maupun artikel tentang pendidikan seksual. Syukur-syukur kalau bisa ikut kelas parentingnya.

Seberapa penting pendidikan seksual diajarkan sejak dini? Jawabannya sangat penting. Kita tidak akan bisa menjamin anak kita akan selamat dari paparan hal-hal negatif di luar sana. Oleh karena itu, kitalah yang seharusnya memulai hal penting ini. Sebab jika buka dari kita, mereka akan mencari tahu sendiri dengan filter informasi yang sangat minim.

1 comment

  1. Waduh, sedikit agak riskan sih membahas seks ke anak sejak kecil, tapi tetep harus dilakukan daripada salah langkah atau gimana-gimana :'

    ReplyDelete